Sebenernya bab ini gak perlu di tulis ya. Tapi berhubung mungkin ini bisa jadi ilmu tambahan buat kalian.
Kita semua pasti tau kalo yang namanya memahami itu sulit, buat mengerti itu sulit. Contoh, guru matematika gua bilang kalo matematika itu gak perlu di hafal, but di pahami. Cara memahaminya adalah berkonsentrasi pada pelajaran tersebut. Guru ekomoni gua bilang “JENGGOT!!”. Gak lah bukan begitu. Ya mungkin itu panggilan gua karena saat itu gua emang uda berewokan sejak kelas satu SMA.
Guru ekonomi gua bilang “pelajaran ekonomi itu gak sesulit yang kalian bayangkan, kalo kalian bener-bener faham dan bener-bener mau belajar, pasti kalian bakalan paham apa yang saya ucapkan”.
Memang setiap pelajaran perlu untuk kita pahami, tapi itu jika dalam konsentrasi yang begitu serius, kita harus bener-bener menghayati pelajaran tersebut.
Gua punya banyak temen yang gak bisa memahami dirinya sendiri. Kadang ada yang gak bisa terima kenyataan, terus ujung-ujunganya pengen hilang ingatan. Ada juga yang gak berani ngungkapin perasaanya gara-gara takut ngerusak hubungan orang dan ngambil kebahagian orang lain (yaitu gua). Ada juga yang mengambang, kebingungan harus milih mana yang terbaik untuk dirinya. Masih banyak lagi.
Kadang temen gua saking kalo ada masalah sama pacarnya trus gak bisa nerima kenyataan, ujung-ujungannya lari pesbuk, di pesbuk tulis status galau, bunyinya bengini “aku capek seperti ini terus.... aku jadi pengen hilang ingatan L” abis itu di bawahnya pasang muka sad. Pasang muka nangis. Heran.. anak-anak sekarang kok galau-galau terus ?? ya termasuk gua si..
Ada juga yang takut ngerusak hubungan dan ngambil kebahagianaan orang.(yaitu gua). Gua bingung dengan perasaan gua saat ini yang lagi ngapung di laut lepas dan gak tau arah barat timur utara dan selatan. Gak tau jalan pulang. Gak tau mesti kemana. Gak tau harus bagaimana lagi. Gua cuek salah, gua sapa juga salah. Gua pacaran salah, gak pacrang juga tetep salah, cowok tu gak ada yang bener di mata cewek. Sama semua. Giliran cewek marah-marah ke cowok, bilang inilah itu lah ujung-ujungannya ngatai coowoknya brengsek, bajingan, buaya dan sebagainya. Yang salah siapa. Yang marah-marah juga siapa. Begitulah.
Gua cuek sama mantan gua karena gua gak mau nyari perhatian dia, walaupun gua masi sayang sama dia. di sisi lain gua kasian ngeliat dia, selalu menyendiri, dengerin lagu-lagu, ngeliat ke gua, nyari perhatian ke gua, (gak tau bener gaknya, itu kata temannya dia aja). Emang si gua gak bisa jauh dari dia. tapi mau gi mana lagi ? gua bukan punya dia dan dia juga bukan punya gua, karena kita punya orang tua masing-masing. Tapi gua selalu terima keadaan ini. Dengan lapang dada.
Ada juga yang kebingungan nyari jalan keluar, padahal lagi gak nyasar. Bukan begitu, maksudnya dia bingung mesti ngapain, dan sebenernya gua gak paham dengan temen gau ayang satu ini, gua gak ngerti, sulit banget pelajaran dia.
Permasalah selalu menjadi masalah, ya iyalah begooo.... namanya juga masalah. Masalah itu ibarat hutan yang jalan keluarnya tersembunyi sulit. Kalo kita mendapat sebuah masalah itu berarti kita sedang tersesat dalam dunia nyata. Kalo dalam khayalan dalam hutan, yup.. kita tersesat dalam hutan. Jalan keluarnya sangat sulit, sangat sulit jika kita tidak ingin berfikir. Ibarat sebuah ujian, ujian adalah masa-masa paling sulit dala dunia pendidikan (terutama). Kenapa ? karena jika siswa ingin lulus ujian caranya adalah menghadapi ujian tersebut. Permasalah itu juga seperti itu. Jika kita ingin masalah kita selesai maka kita harus menghadapi masalah tersebut dengan cara berfikir. Dan bertindak. Seperti yang menghadapi ujian, mereka berfikir untuk menjawab soal, dan mereka juga bertindak, seperti menulis, membaca soal, mengarsir dan lain-lain. Kita dalah kunci dari beribu masalah yang akan kita hadapi.
“Gue gak pernah ngerti sama diri gue sendiri kenapa terkadang sebuah hal yang (kayaknya) kecil bisa begitu jadi besar buat gue. Bisa ngebuat gue kecewa, dan gue gak pernah ngerti kenapa kekecewaan ini bisa berubah seperti kanker yang menyebar dan menggerogoti perasaan gue sendiri… lama-lama ngebunuh dari dalam… dan mati. Gue gak pernah mengerti bagaimana harus mensiasati ini. Gue gak pernah ngerti kenapa buat gue, what has done yah done.. the damage has been done, and nothing we can do about it. There is absolutely nothing we can do about it. Kenapa? Kenapa gue gak bisa membuat semua ini seolah gak nampak, dan jalan terus. Kenapa? Kenapa? Kenapa gue harus membuat semua hal sempurna? Kalau yang namanya kesempurnaan itu gak ada, dan kita terus mengejar kesempurnaan, apa gue berarti mengejar sesuatu yang tidak ada? Dan kalau yang namanya memaafkan itu berarti melupakan, bagaimana cara melupakan sesuatu yang telah kita maafkan? Bahkan jika hal tersebut tidak seharusnya terjadi? Bagaimana kita tahu apa yang pilih itu “benar”? Bagaimana kita tahu apakah kita akan bahagia dengan pilihan kita. Aksi kita. Konsekuensi kita. Relativisme dalam contoh yang paling sempurna. Filsafat katanya bisa membantu kita memecahkan permasalahan-permasalahan dalam hidup, tapi yang ada justru pertanyaan satu mengikuti pertanyaan lain. Cuih.”
itu semua kata Raditya Dika.
Memang benar memahami diri sendiri itu sulit. Hal yang kita anggap sepele bisa menjadi pengaruh besar buat kita, menjadi masalah besar buat kita.
Kenapa juga kita mesti seperti hal yang sempurna ? jika yang namanya kesempuraan itu tidak ada dan kita teru mengejarnya berarti kita mengejar hal yang tidak ada ?? bukan begitu ? dan jika yang namanya memaafkan itu berarti melupakan, teru bagaimana kita harus melupakan sesuatu yang kita maafkan ??
Terakhir, bagaimana kita tau apa yang kita pilih itu bener ?? filsafat katanya bisa membantu kita memecakhkan masalah demi masalah, tapi apa ?? yang ada hanya pertanyaan yang satu mengikuti pertanyaan yang lain.
Orang lain bisa membantu kita tapi kemampuan mereka terbatas karena mereka juga punya problema yang mesti mereka hadapi. Jadi kita harus yakin dengan diri kita sendiri, kita harus bisa nyari jalan keluar itu. Jika orang lain sudah kehabisan akal maka diri loe senirilah harapan terakhir. Setiap orang yang membantu juga pasti berharap sama diri loe. Karena loe kunci, loe adalah jalan, loe adalah petunjuk untuk diri loe sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar